Kamis, 03/04/2025 18:23 WIB

Menhub Budi Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

Menhub Budi minta masyarakat waspadai cuaca ekstrem saat liburan Nataru

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi. (Foto dok. Kemenhub/Jurnas)

Jakarta, Jurnas.com - Masyarakat Diminta waspada adanya potensi cuaca ekstrem, yang diprediksi oleh BMKG terjadi di akhir tahun. Di mana hal itu bersamaan dengan masa libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 atau Nataru.

Hal itu, diutarakan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, saat melakukan pemantauan jalur tol Jakarta – Cikampek, Jumat (23/12). Ia mengaku, telah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Kepolisian, BMKG, Kementerian PUPR, Jasa Marga, dan unsur terkait lainnya terkait hal ini.

“Kami telah berkoordinasi dengan BMKG dan BNPB untuk mengantisipasi potensi cuaca yang tidak bersahabat. Pada tahun 2020, kita ada suatu masalah banjir di jalur tol. Untuk itu saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada adanya resiko banjir,” kata Menhub Budi dalam keterangannya, diterima di Jakarta, Jum`at (23/12).

Menurut Menhub Budi, untuk menanggulangi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan risiko banjir di jalan tol. Upaya yang dilakukan yaitu membuat gorong-gorong di jalan tol dan melakukan rekayasa pembuatan hujan. Sementara itu, untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan lalu lintas, telah disiapkan pemberlakuan manajemen rekayasa lalu lintas seperti one way atau contra flow.

“Korlantas Polri memiliki kewenangan untuk menerapkan rekayasa lalu lintas di lapangan, namun saya minta rekan-rekan kepolisian dalam menerapkan rekayasa lalin juga memperhatikan dampak yang akan terjadi di cabang-cabang jalan lainnya dan juga jalur di arah balik,” ujarnya.

Dia mengatakan, jalur Tol Jakarta, Cikampek hingga Semarang, menjadi salah satu titik krusial terjadinya kepadatan di masa libur Natal dan Tahun Baru. Pemantauan jalur tol dilakukan menhub melalui helikopter dari Halim, Jakarta sampai ke Cikampek.

Setiba di Cikampek, menhub melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait di kantor Jasa Marga, Km 71b, Cikampek Utama. Sejumlah jalur tol baru yang perlu diantisipasi terjadi kepadatan yaitu Cisumdawu dan Jakarta Cikampek 2, yang berpotensi terjadi kepadatan.

Selain itu, beberapa titik jalan juga menjadi perhatian karena berpotensi terjadi banjir karena adanya cuaca ekstrem di akhir tahun yaitu di Km 136, Km 151, dan jalan nasional di Jembatan Sungai Cipunegara, Subang.

“Jalur tol dari Jakarta sampai ke Semarang kita prediksi akan terjadi kepadatan. Dari pemantauan kami lewat udara, terlihat peningkatan sudah terjadi namun belum ada kemacetan atau lalu lintas yang tersendat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menhub Budi meminta pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan di daerah wisata dan melakukan penegakan hukum terhadap bus-bus pariwisata yang melanggar ketentuan.

Menhub Budi juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang bepergian menggunakan sepeda motor agar berhati-hati dan tetap mengutamakan keselamatan. “Sebaiknya jangan melakukan perjalanan lebih dari 100 km. Karena dari statistik menunjukkan kecelakaan jalan tertinggi melibatkan para pengguna sepeda motor,” katanya

 

KEYWORD :

Menhub Budi liburan Nataru cuaca ekstrim




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :