Sabtu, 05/04/2025 02:12 WIB

Mendag Targetkan Tarif Nol Persen Ekspor Nanas dan Pisang Segara Terlaksana

Dengan penerapan tarif bea masuk nol persen bagi perdagangan komoditas tersebut, diharapkan pasar komoditas lokal dapat semakin luas

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Mendag Zulhas. (Foto istimewa)

Lampung, Jurnas.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menargetkan penerapan tarif bea masuk nol persen untuk ekspor komoditas nanas dan pisang dapat segera terlaksana.

"Seperti yang diketahui, komoditas nanas di Provinsi Lampung telah merajai pasar perdagangan dunia, begitu pula dengan pisang," ujar Zulkifli Hasan di Lampung Selatan, pada hari Rabu (19/7/2023).

Ia menyatakan bahwa masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan perdagangan komoditas ini ke berbagai negara, salah satunya adalah adanya tarif bea masuk yang berbeda-beda di setiap negara.

"Sekarang, mau dijual kemana, contohnya untuk ekspor ke Eropa, Jepang, dan Korea Selatan, biasanya terdapat pajak masuknya sendiri-sendiri. Oleh karena itu, kami sedang berupaya serta mentargetkan penerapan tarif ekspor nanas dan pisang menjadi nol persen," katanya.

Dia menjelaskan bahwa guna memperluas penerapan tarif bea masuk nol persen bagi ekspor komoditas, pihaknya juga tengah menjalin kerjasama dengan berbagai negara.

"Kami sedang mendorong kerjasama dengan berbagai negara untuk menghilangkan pajak perdagangan komoditas, salah satunya nanas dan pisang yang berasal dari Lampung, agar nol pajak," ucapnya.

Menurutnya, dengan penerapan tarif bea masuk nol persen bagi perdagangan komoditas tersebut, diharapkan pasar komoditas lokal dapat semakin luas.

Diketahui bahwa dalam upaya perluasan penerapan tarif bea masuk nol persen tersebut, pemerintah tengah mempercepat penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Partnership Agreement (IEU CEPA).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, untuk produksi dua komoditas hortikultura yang menjadi andalan perdagangan di Provinsi Lampung, yaitu nanas dan pisang, total produksi nanas pada tahun 2022 mencapai 8.617.058 kuintal, mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 7.058.833 kuintal.

Daerah sentra produksi nanas terdapat di Kabupaten Lampung Tengah dengan total produksi mencapai 8.597.431 kuintal pada tahun 2022.

Sementara itu, untuk komoditas pisang pada tahun 2022 mencapai 12.230.093 kuintal, naik dari tahun 2021 yang sebesar 11.232.397 kuintal.

Daerah sentra produksi pisang di Lampung pada tahun 2022 terdapat di Kabupaten Pesawaran dengan jumlah produksi sebesar 4.497.809 kuintal, Lampung Selatan sebesar 5.123.700 kuintal, dan Lampung Timur sebesar 1.173.056 kuintal.(ant)

KEYWORD :

Zulkifli Hasan Ekspor Nanas Pisang




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :