Minggu, 06/04/2025 10:32 WIB

Wujudkan Swasembada Pangan, Mentan Siapkan Mentor dan Pendamping buat Petani Milenial

Wujudkan Swasembada Pangan, Mentan Siapkan Mentor dan Pendamping buat Petani Milenial

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam pembukaan acara Workshop Manajemen Pendampingan Brigade Pangan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (Foto: Kementan)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan keyakinannya bahwa swasembada pangan Indonesia dapat segera terwujud, dengan melibatkan petani milenial yang terampil dan didukung oleh teknologi pertanian modern.

“Kunci keberhasilan swasembada pangan terletak pada generasi muda. Dengan keterlibatan petani milenial, teknologi modern, dan sumber daya alam yang kita miliki, saya yakin kita bisa melampaui target,” ujar Amran dengan penuh keyakinan.

Hal tersebut Mentan Amran sampaikan dalam pembukaan acara Workshop Manajemen Pendampingan Brigade Pangan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan, pada Rabu (20/11).

Mentan Amran memaparkan bahwa Brigade Swasembada Pangan akan beroperasi di 12 provinsi strategis yang memiliki potensi besar dalam mengoptimalkan lahan rawa (OPLAH).

Provinsi-provinsi tersebut antara lain Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan. Pada tahun 2024, Kementan telah berhasil menggarap lebih dari 350 ribu hektare lahan OPLAH yang siap mendukung peningkatan produksi beras nasional.

Masing-masing brigade akan terdiri dari 15 petani milenial yang akan mengelola 200 hektare lahan secara terstruktur dan terintegrasi. Brigade ini akan mendapat dukungan dari 400 pendamping yang merupakan pegawai Kementan terpilih, serta 50 mentor yang terdiri dari penyuluh, dosen, guru, dan widyaiswara.

“Brigade Swasembada Pangan adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan lahan rawa. Dengan tata kelola lahan dan tata air yang baik, serta pendampingan yang intensif, kita yakin produktivitas bisa meningkat hingga tiga kali tanam setahun,” jelas Mentan Amran.

Mentan Amran menekankan pentingnya pendampingan yang efektif dalam memastikan keberhasilan petani milenial.

"Masa depan pertanian ada di tangan kalian. Kalian adalah agen perubahan yang akan membawa Indonesia menuju swasembada pangan dan bahkan menjadi lumbung pangan dunia," ujar Amran kepada para peserta workshop.

Dalam upaya ini, Kementan akan memantau secara rutin kinerja brigade pangan di lapangan. Mentan Amran menambahkan bahwa tolok ukur keberhasilan para pendamping dan mentor adalah apabila brigade pangan dapat meningkatkan produktivitas padi minimal 5 juta ton per hektare dan memperoleh pendapatan di atas 10 juta rupiah per bulan.

“Dengan kerja keras, mereka bisa meraih pendapatan hingga 20 juta rupiah per bulan. Hal ini tentunya akan memotivasi generasi muda untuk menjadi petani yang berdaya saing tinggi,” ujar Amran.

Untuk mendukung keberhasilan program ini, setiap brigade pangan akan mendapatkan hibah sebesar Rp3 miliar yang mencakup alat dan mesin pertanian modern, serta benih unggul. Dengan fasilitas yang lengkap dan pelatihan intensif, Mentan Amran optimistis bahwa petani milenial akan berhasil mencapai target-target yang telah ditetapkan.

"Semua fasilitas sudah kami siapkan. Tidak ada alasan untuk gagal. Dengan kerja keras, Indonesia tidak hanya bisa swasembada pangan, tetapi juga menjadi lumbung pangan dunia,” tegas Amran dengan penuh semangat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, yang juga hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa hingga kini sudah terbentuk lebih dari 1.500 brigade pangan yang tersebar di 12 provinsi. Setiap pendamping bertugas mengawasi dan mendampingi lima brigade pangan.

Perempuan yang akrab dipanggil Santi itu menyebutkan workshop ini diharapkan dapat memberikan pelatihan kepada ASN dan mentor dalam mengelola pendampingan Brigade Pangan secara efektif.

"Melalui workshop ini, para calon pendamping setidaknya bisa memahami dan menerapkan konsep pertanian modern di wilayahnya masing-masing," ujar Santi.

KEYWORD :

Menteri Pertanian Amran Sulaiman Swasembada Pangan Generasi Muda Petani Milenial




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :