Jum'at, 04/04/2025 04:46 WIB

Bapanas Pastikan Kebutuhan Pokok Aman Jelang Nataru 2024

Bapanas Pastikan Kebutuhan Pokok Aman Jelang Nataru 2024

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapnas), Arief Prasetyo Adi memberi keterangan pers usai menggelar apat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 (Foto: Agus Mughni/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapnas), Arief Prasetyo Adi, memastikan bahwa stok barang kebutuhan pokok di seluruh Indonesia berada dalam kondisi aman.

Hal ini Arief sampaikan dalam Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal yang berlangsung pada Kamis (5/12) di Kantor Bapanas, Jakarta.

Dalam rapat tersebut, Arief mengungkapkan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai level 2 juta ton, yang cukup untuk menjaga kestabilan pasokan hingga Nataru. Ia juga memastikan stabilitas harga kebutuhan poko di tingkat petani dan konsumen tetap terjaga.

"Kementerian dan lembaga terkait, bersama asosiasi di bidang pangan, terus bekerja sesuai dengan arahan Presiden Prabowo untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan konsumen. Alhamdulillah, laporan yang kami terima menunjukkan bahwa kebutuhan pokok jelang Nataru semuanya aman dan stabil," ujar Arief.

Meski stok pangan terjaga, Arief mengingatkan agar seluruh pihak terkait, termasuk kementerian, lembaga, dan asosiasi pangan, menyiapkan langkah antisipasi untuk Februari-Maret 2025, khususnya jelang Ramadan dan Idulfitri.

"Semua kondisi saat ini baik dan aman, namun kita harus bersiap lebih awal. Pada Februari-Maret mendatang, langkah persiapan harus dilakukan lebih awal, karena beberapa produk pangan memerlukan waktu 1-2 bulan untuk proses distribusinya," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arief juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pangan. Setiap daerah diharapkan memiliki cadangan pangan yang cukup, serta bisa melakukan kolaborasi antardaerah penghasil dan daerah yang mengalami defisit.

"Pemerintah daerah dan dinas urusan pangan di seluruh Indonesia telah diberikan arahan untuk menyiapkan neraca pangan di setiap wilayah, sehingga daerah penghasil tahu berapa stok dan produksi mereka, serta daerah yang membutuhkan bisa menghitung kebutuhan mereka dan melakukan kerja sama antar daerah," kata dia.

Arief menambahkan, kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dan pengusaha lokal menjadi kunci utama dalam memastikan distribusi pangan berjalan lancar. Sebagai contoh, meski harga cabai di Jakarta masih tinggi, pasokan dari daerah penghasil seperti Jawa Timur bisa langsung dikirim ke pasar induk di Jakarta untuk mengurangi lonjakan harga.

Di sisi lain, Arief juga mengingatkan agar sistem B2B (business-to-business) antara daerah penghasil dan daerah yang membutuhkan dapat terus berjalan dengan baik. Kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan pengusaha menjadi sangat penting, terutama dalam mengatasi ketidakseimbangan harga yang kadang terjadi antar daerah.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Arief meyakinkan bahwa kestabilan pasokan dan harga kebutuhan pokok akan tetap terjaga selama periode libur Nataru 2024, serta mempersiapkan langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri.

KEYWORD :

Bapanas Arief Prasetyo Adi Kebutuhan Pokok Nataru 2024




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :