Sabtu, 05/04/2025 12:14 WIB

Wujudkan Peternakan Sapi Perah Lokal yang Berkelanjutan Jadi Komitmen FFI

Kominten perkuat dan pemberian pelatihan kemitraan strategis bagi para peternak sapi perah lokal Indonesia

Pelatihan peternak sapi perah lokal Indonesia terus dijalankan Frisian Flag. (Foto: Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Perkuat dan memberdayakan serta memberikan pelatihan kemitraan strategis bagi para peternak sapi perah lokal Indonesia terus dijalani oleh Frisian Flag Indonesia (FFI), sebagai bagian dari FrieslandCampina yang telah 100 tahun berpengalaman di bidangnya. Inisiatif kemitraan dan pelatihan bagian dari Dairy Development Program (DDP) ini bertujuan untuk mengimplementasikan good dairy farming practices (GDFP) dan memberdayakan peternak lokal untuk menjalankan praktik peternakan sapi perah yang berkelanjutan.

“Praktik peternakan sapi perah yang berkelanjutan sejalan dengan visi Nourishing Indonesia to Progress untuk memajukan Indonesia yang sehat, sejahtera, dan selaras. Melalui kemitraan yang kami lakukan dengan para peternak sapi perah lokal, kami memberdayakan mereka untuk menerapkan praktik peternakan yang ramah lingkungan, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar mereka,” kata Akhmad Sawaldi, Head of DDP PT Frisian Flag Indonesia, baru-baru ini.

“Hingga saat ini, Frisian Flag Indonesia sudah bermitra dengan 22 koperasi/kelompok peternak/farm besar peternak sapi perah yang menaungi kurang lebih 30.000 peternak lokal,” sambungnya.

Salah satu program kemitraan yang menuai sukses adalah Dairy Village, yang merupakan bagian dari proyek Dairy4Development yang digarap bersama mitra Bless Dairies (Belanda), Agriterra (Belanda), Stichting Dienst Landbouwkundig Onderzoek (Wageningen UR Livestock Research, Belanda), KPSBU Lembang (Indonesia), dan KPBS Pangalengan (Indonesia). Proyek Dairy Village ditujukan untuk mereformasi industri peternakan susu segar Indonesia dengan praktik peternakan berkelanjutan, serta meningkatkan produksi dan kualitas susu.

“Melalui peningkatan kapasitas, pembangunan infrastruktur pengumpulan susu, serta pengembangan dan pengenalan program pelatihan dan pengujian inovasi, kami membangun masa depan yang lebih cerah untuk peternakan susu berkelanjutan,” ujar Akhmad.

Program Dairy Village yang diinisiasi pada 2013 mengembangkan desa sebagai ‘hub’ swasta dengan 5-10 peternak dan sapi-sapi mereka yang bergabung di satu lokasi. ‘Hub’ atau desa ini akan memberikan layanan konsultasi profesional kepada para peternak sekaligus bertindak sebagai tempat pengumpulan susu dengan unit pendingin, di mana kualitas susu akan diuji dan susu akan didinginkan. Pengorganisasian semacam ini sangat sesuai dengan situasi lokal di Indonesia dan memungkinkan para mitra untuk mengorganisir berbagai intervensi seefisien mungkin. Selain itu, kelompok peternak dapat dilatih secara bersamaan dan belajar satu sama lain. Melalui program ini, para peternak berhasil mencapai produktivitas susu segar 20 kg per sapi per hari dengan jumlah mikroorganisme (TPC) lebih kecil dari 100.000 cfu/ml.

“Program Dairy Village telah memperluas pengetahuan beternak sapi perah yang saya miliki, seperti kesehatan sapi, bagaimana memberikan pakan yang tepat, serta bagaimana mengelola kandang sesuai standar. Pelatihan dan workshop yang diberikan oleh para peternak yang didatangkan dari Belanda telah membuka pola pikir dan membantu membentuk kebiasaan dan rutinitas baru yang kini kami rasakan manfaatnya yakni meningkatkan kualitas dan produktivitas, yang berdampak pada perbaikan pendapatan kami. Hal ini turut mencakup perubahan cara kami mengolah limbah kotoran sapi dengan separator, yakni dipisahkannya kotoran antara padatan dan cairan. Hasil dari pengolahan ini kami gunakan sebagai pupuk untuk pembudidayaan bibit buah naga dan kurma, tandas Kamaludin, peternak Dairy Village.

KEYWORD :

Peternakan Sapi Perah Frisian Flag Indonesia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :