Rabu, 26/02/2025 23:01 WIB

ASDP Akan Lakukan Berbagai Strategi Hadapi Mudik Lebaran 2025

Fokus utama sosialisasi di lintasan strategis seperti Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, dan Ajibata-Ambarita, yang menjadi jalur tersibuk

Kapal penyeberangan ASDP Indonesia Ferry. Foto: asdp/jurnas

JAKARTA, Jurnas.com – PT ASDP Indonesia Ferry akan melakukan berbagai strategi dalam menghadapi angkutan mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1446 H/Lebaran 2025. Salah satunya adalah melakukan strategi berdasarkan hasil evaluasi angkutan Natal 2024 dann Tahun Baru 2025 (Nataru) yang telah berlangsung.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin menjelaskan langkah-langkah strategis ini mencakup peningkatan kapasitas armada, pengelolaan infrastruktur pelabuhan, serta digitalisasi layanan tiket Ferizy.

“Sebagai salah satu inovasi andalan ASDP, platform tiket online Ferizy terus dikembangkan untuk mempermudah masyarakat dalam merencanakan perjalanan,” kata Shelvy dalam keterangannya, Selasa (21/1/2025).

Shelvy mengatakan, edukasi dan sosialisasi masif akan dilakukan untuk memastikan masyarakat memahami pentingnya membeli tiket jauh hari, minimal H-60 sebelum keberangkatan, dan tiba di pelabuhan sesuai jadwal yang tertera di tiket.

Fokus utama sosialisasi di lintasan strategis seperti Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, dan Ajibata-Ambarita, yang menjadi jalur tersibuk selama periode mudik dan balik.

“Selain penguatan sistem digital, ASDP juga memprioritaskan pengelolaan arus kendaraan dengan memperluas kapasitas pelabuhan dan menyiapkan pelabuhan alternatif,” katanya.

Di Pelabuhan Merak, sebanyak 67 kapal akan dioperasikan dengan kapasitas harian mencapai 25.067 kendaraan. Pelabuhan Ciwandan dan Bojonegara (BBJ) akan berfungsi sebagai pelabuhan pendukung, menampung kendaraan tambahan hingga 6.760 unit per hari. Buffer zone tambahan juga disiapkan di Indah Kiat untuk mengurai potensi kepadatan.

Untuk lintasan Jawa-Bali, ASDP akan mengoperasikan kapal-kapal besar di jalur Ketapang-Gilimanuk, dengan penyiapan buffer zone pada jalur arteri dan pengelolaan aksesibilitas jalan menuju pelabuhan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Hari Raya Nyepi dan H-2 Lebaran. Di sisi lain, pengelolaan arus kendaraan juga menjadi perhatian utama.

ASDP bersama Kementerian Perhubungan telah menyusun skema lalu lintas khusus guna memastikan perjalanan lebih terorganisir, baik dari Jawa menuju Sumatera maupun sebaliknya,” ujar Shelvy.

Prediksi puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 atau 28 Maret 2025, sedangkan puncak arus balik akan berlangsung pada H+5 atau 6 April 2025.

KEYWORD :

ASDP Nataru Mudik Lebaran Idul Fitri




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :