
Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Japto Soerjosoemarno.
Jakarta, Jurnas.com - Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Japto Soerjosoemarno memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 26 Februari 2025.
Japto bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.
Japto tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 09.30 WIB dengan didampingi kuasa hukumnya. Namun, ia tidak banyak bicara saat ditanya seputar kasus Rita yang membuat dirinya diperiksa.
KPK Pastikan Usut Skandal Pemilihan Ketua DPD RI
“Nanti biar saja di dalam,” kata Japto kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu.
Dalam kesempatan itu, Japto mengaku bahaa 11 mobil yang disita penyidik lantarab diduga terkait perkara sudah diserahkan ke KPK.
"Sudah," kata Japto singkat.
Sebelumnya, penyidik KPK menggeledah rumah kediaman Japto di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Selasa, 4 Februari 2024. Sejumlah barang bukti diduga terkait perkara disita penyidik.
Di antaranya, uang dalam mata uang rupiah dan asing senilai Rp56 miliar, 11 mobil (Jeep Gladiator Rubicon, Landrover Defender, Toyota Land Cruiser, Mercedez Benz, Toyota Hilux, Mitsubishi Coldis dan Suzuki), dokumen dan Barang Bukti Elektronik (BBE).
Oleh karena itu, penyidik KPK akan mengonfirmasi asal-usul barang-barang yang disita tersebut.
Untuk diketahui, KPK kembali menetaokan Rita Widyasari sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan TPPU.
Rita diduga menerima gratifikasi jutaan dolar berkaitan dengan pertambangan batu bara, jumlahnya sekitar US$3,3 hingga US$5 per metrik ton batu bara.
Saat ini, Rita tengah mendekam di Lapas Perempuan Pondok Bambu setelah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada 6 Juli 2018.
Rita dinyatakan terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp110,7 miliar dan suap Rp6 miliar dari para pemohon izin dan rekanan proyek.
Lebih lanjut, Rita juga disebut-sebut dalam kasus yang menjerat mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. Dalam perkara itu, Rita masih berstatus saksi.
KEYWORD :KPK Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari Ketua Umum PP Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno