Rabu, 26/02/2025 20:10 WIB

Peneletian Terbaru Ungkap Tes Darah Bisa Prediksi Bagaimana Seseorang Meninggal

Sebuah penelitian terbaru dari University College London (UCL) berhasil menemukan bahwa tes darah sederhana dapat memprediksi potensi risiko penyakit besar, termasuk kanker, demensia, dan masalah kesehatan lainnya dalam beberapa dekade mendatang

Ilustrasi penelitian terbaru berhasil menemukan bahwa tes darah dapat memprediksi potensi risiko penyakit besar, termasuk kanker, demensia, dan masalah kesehatan lainnya dalam beberapa dekade mendatang (Foto: Pexels/Kaboompics.com)

Jakarta, Jurnas.com - Bayangkan sebuah masa depan di mana ilmu pengetahuan dapat memprediksi tidak hanya harapan hidup, tetapi juga bagaimana seseorang akan meninggal beberapa dekade ke depan. Sebuah tes darah kini berpotensi untuk memprediksi cara meninggal seseorang, berdasarkan penanda-penanda yang dapat mengungkap kondisi kesehatan yang mendasari jauh sebelum gejalanya muncul.

Sebuah penelitian terbaru dari University College London (UCL) berhasil menemukan bahwa tes darah sederhana dapat memprediksi potensi risiko penyakit besar, termasuk kanker, demensia, dan masalah kesehatan lainnya dalam beberapa dekade mendatang. Temuan ini membuka kemungkinan baru dalam cara melihat penuaan dan penyakit yang terkait, memberikan harapan bahwa pencegahan dapat dimulai jauh lebih awal.

Tes Darah untuk Memprediksi Penyakit di Masa Depan

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Lancet Digital Health ini, para peneliti menemukan bahwa tes darah ini tidak hanya dapat mengidentifikasi organ mana yang menua lebih cepat, tetapi juga mengungkapkan bagaimana masalah di satu organ dapat mempengaruhi organ lain di tubuh. Misalnya, penuaan yang lebih cepat pada jantung memprediksi peningkatan risiko penyakit jantung, sementara penuaan yang lebih cepat pada paru-paru meningkatkan risiko infeksi pernapasan, penyakit paru obstruktif kronis (COPD), dan kanker paru-paru di masa depan.

Salah satu temuannya yang mengejutkan ialah bahwa risiko demensia tertinggi ditemukan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menua lebih cepat, bukan mereka yang otaknya menua lebih cepat di usia paruh baya. Ini mendukung penelitian sebelumnya yang mengungkapkan bahwa individu yang rentan terhadap infeksi parah lebih berisiko mengalami demensia di kemudian hari.

Mekanisme Penuaan yang Terintegrasi Antar Organ

Peneliti utama, Profesor Mika Kivimaki dari UCL, menjelaskan bahwa organ-organ kita berfungsi sebagai sistem yang saling terintegrasi, namun masing-masing dapat menua dengan kecepatan yang berbeda. Penuaan yang cepat pada organ tertentu dapat memperburuk penyakit terkait penuaan yang terjadi pada organ lain. Misalnya, mereka yang mengalami penuaan ginjal yang dipercepat lebih cenderung mengembangkan penyakit pembuluh darah, diabetes tipe 2, dan penyakit hati.

Selain itu, penuaan biologis hampir semua organ tubuh dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit ginjal. Temuan ini menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan seluruh organ tubuh untuk mencegah penyakit yang timbul akibat penuaan yang tidak seimbang.

Peran Tes Proteomik dalam Mendiagnosis Penyakit di Masa Depan

Penelitian yang melibatkan analisis sampel plasma darah dari 6.235 orang yang berusia antara 45 hingga 69 tahun, yang berpartisipasi dalam studi British Whitehall II. Para peneliti mengukur usia biologis sembilan organ utama—seperti jantung, pembuluh darah, hati, sistem kekebalan tubuh, pankreas, ginjal, paru-paru, usus, dan otak—dan membandingkannya dengan usia kronologis peserta.

Salah satu teknik yang digunakan adalah tes proteomik, yang memungkinkan pengukuran ribuan protein dalam satu sampel darah. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi ketidaksesuaian antara usia kronologis dan usia biologis organ, yang dapat digunakan untuk memprediksi risiko penyakit terkait penuaan.

Sumber: independent.co.uk

Langkah Menuju Kesehatan yang Lebih Baik dan Lebih Lama

Dengan temuan ini, para ilmuwan berharap bahwa tes darah serupa dapat membantu mendiagnosis risiko penyakit lebih awal dan memberi indikasi apakah seseorang perlu menjaga kesehatan organ tertentu dengan lebih baik. Di masa depan, tes ini bisa menjadi alat pencegahan yang sangat penting, memungkinkan intervensi yang lebih tepat sasaran, serta membantu menyesuaikan langkah pencegahan berdasarkan profil risiko individu.

Profesor Kivimaki menambahkan, "Kami berharap temuan ini dapat berkontribusi pada cara-cara baru untuk membantu orang tetap sehat lebih lama seiring bertambahnya usia. Tes darah ini bisa menjadi sinyal peringatan dini bagi seseorang yang berisiko terkena penyakit tertentu."

Penelitian ini didanai oleh Wellcome Trust, Dewan Penelitian Medis, Institut Kesehatan Nasional AS, dan Dewan Penelitian Finlandia. Temuan ini memberikan harapan baru dalam dunia kedokteran untuk mengoptimalkan pencegahan penyakit seiring penuaan tubuh.

KEYWORD :

Tes Darah Prediksi cara meninggal Prediksi Kematian Tes Darah untuk Memprediksi Penyakit




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :