
Anggota Komisi XI DPR RI, Putri Komarudin
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin, mengungkapkan beberapa poin penting terkait laporan kinerja Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk tahun 2024. Salah satunya adalah dorongan untuk lebih meningkatkan peran perempuan dalam sektor ekspor, serta pengembangan desa devisa untuk komoditas Kakao dan Kelapa.
"Saya senang Bapak memasukkan data tentang eksportir perempuan dalam paparan Anda. Ini menunjukkan bahwa meskipun 64% pemilik UMKM adalah perempuan, mereka mampu berperan aktif dalam meningkatkan pasar ekspor kita," ujar Puteri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XI DPR RI dengan Direktur Eksekutif LPEI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/2).
Lebih lanjut, Puteri berharap agar potensi besar yang dimiliki oleh eksportir perempuan dapat terus didorong, khususnya melalui program-program LPEI. Ia mengajak LPEI untuk merangkul lebih banyak pelaku usaha perempuan di daerah pemilihannya, yang mayoritas adalah pelaku UMKM.
"Kami berharap masyarakat yang kami wakili, yang kebanyakan pelaku usaha UMKM, dapat didorong untuk lebih banyak lagi menjadi eksportir, khususnya perempuan," tambah Puteri.
Puteri juga memberikan perhatian khusus pada desa devisa untuk komoditas Kakao dan Kelapa, yang telah disampaikan oleh LPEI dalam laporan kinerjanya. Menurutnya, pengembangan desa devisa untuk komoditas-komoditas ini harus didorong lebih lanjut.
"Kami mendukung penuh pengembangan desa devisa untuk Kakao dan Kelapa, mengingat potensi besar yang ada pada kedua komoditas ini," kata Politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Selain itu, Puteri menyoroti pentingnya edukasi dari LPEI terkait pengutan ekspor yang akan diterapkan pada Kelapa dan Kakao, mengingat Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024 yang mencakup kedua komoditas tersebut.
"Kami berharap ada edukasi dari LPEI mengenai pengutan ekspor untuk Kelapa dan Kakao ini, agar nantinya dana yang terkumpul bisa kembali ke petani dan mendukung hilirisasi komoditas tersebut," jelas Legislator Dapil Jawa Barat VII ini.
Salah satu hal yang sangat didorong oleh Puteri adalah hilirisasi komoditas Kelapa, yang menurut data dari Kementerian Perekonomian berpotensi mencapai 90 triliun rupiah dalam potensi ekonomi yang hilang jika tidak dikembangkan dengan baik.
"Potensi ekonomi dari kelapa sangat besar. Kami berharap LPEI dapat mengembangkan strategi pendampingan untuk ekspor yang tidak hanya menjual produk mentah, tetapi juga produk bernilai tambah," pungkasnya.
KEYWORD :Komisi XI DPR Putri Komarudin Peran Perempuan dalam Ekspor Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia