Selasa, 01/04/2025 05:27 WIB

Kemenag Pastikan Lebaran Jatuh Pada 31 Maret 2025

Kriteria tinggi hilal MABIMS minimum 3° dan elongasi minimum 6,4°, sehingga tanggal 1 syawal 1446 H secara hisab jatuh bertepatan hari Senin Pahing, tanggal 31 Maret 2025.

Ilustrasi pemantauan hilal oleh Kemenag. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag), Cecep Nurwendayam mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan Tim Hisab Rukyat Kemenag, posisi hilal masih berada di bawah ufuk.

Artinya, tak memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) di wilayah Indonesia.

"Kriteria tinggi hilal MABIMS minimum 3° dan elongasi minimum 6,4°, sehingga tanggal 1 syawal 1446 H secara hisab jatuh bertepatan hari Senin Pahing, tanggal 31 Maret 2025," kata Cecep dalam seminar Sidang Isbat di Kantor Kemenag RI, Jakarta Pusat, Sabtu (29/3).

Menurut dia, tinggi hilal di sejumlah daerah di Indonesia antara -3,26 di Jayapura dan -1,08 itu di Banda Aceh, sehingga warnanya merah yang menunjukkan di seluruh wilayah NKRI tidak memenuhi kriteria MABIMS.

Cecep melanjutkan, kelaziman penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah di Indonesia menggunakan metode rukyat dan hisab. Dimana, metode hisab sifatnya informatif dan kedudukan rukyat sebagai konfirmasi dari hisab.

"Pada hari rukyat pada tanggal 29 Maret 2025 M, tinggi hilal di seluruh wilayah NKRI antara: -3° 15` 28`` (-3,26°) s.d -1° 04° 34`` (-1,08°) dan elongasi antara 1° 36` 23`` (1,61°) s.d 1° 12` 53`` (1,21°)," jelasnya.

Oleh karena itu, Cecep menegaskan, di seluruh NKRI tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal dan imkanur rukyat MABIMS (3-6,4°).

"Oleh karenanya, hilal menjelang awal syawal 1446 H pada hari rukyat ini secara teoritis diprediksi mustahil dapat Rukyat. Karena posisinya berada di bawah ufuk pada saat matahari terbenam," tandasnya. 

 

KEYWORD :

Kemenag Lebaran Idul Fitri hilal




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :