Jum'at, 04/04/2025 01:34 WIB

Rayakan Idulfitri, Ini Trik Hindari Kesalahan saat Anjangsana Lebaran

Berikut adalah 5 kesalahan yang sering terjadi saat anjangsana lebaran dan trik untuk menghindarinya agar momen silaturahim Anda semakin berkah dan berkesan

Ilustrasi anjangsana saat lebaran, Idul Fitri (Foto: Pexels/RDNE Stock Project)

Jakarta, Jurnas.com - Idul Fitri atau Lebaran merupakan momen penuh berkah, di Indonesia biasanya keluarga, saudara, dan kerabat saling mengunjungi atau anjangsana untuk merayakan hari kemenangan dan bermaaf-maafan. Selain itu, anjangsana lebaran juga menjadi momemn untuk mempererat tali silaturahim dan saling berbagi kebahagiaan.

Namun, tak jarang kesalahan kecil yang tak disadari justru muncul di tengah-tengah suasana lebaran yang penuh kebahagiaan. Kesalahan ini, meski tampak sepele, bisa menodai kedamaian hati dan bisa menggangu momen penuh rahmat di hari yang fitri.

Berikut adalah 5 kesalahan yang sering terjadi saat anjangsana lebaran dan trik untuk menghindarinya agar momen silaturahim Anda semakin berkah dan berkesan, yang dikutip dari laman Kemenag.

Seringkali, saat anjangsana lebaran, seseorang tanpa sadar memamerkan harta atau status sosialnya. Padahal, perilaku pamer atau riya ini hanya akan menumbuhkan kecemburuan dan bisa merusak hubungan baik yang sudah terjalin.

Tak hanya itu, rasa iri hati (hasud) juga bisa muncul, terutama ketika melihat orang lain yang dianggap lebih beruntung saat anjangsana. Ketidaksenangan ini terkadang ditunjukkan dengan sikap tidak simpatik atau perkataan yang tidak langsung menyakiti hati orang lain.

Hal lain yang kerap terjadi adalah buruk sangka, baik dari tamu maupun tuan rumah. Sikap ini sering kali muncul akibat penilaian sepihak tanpa dasar yang jelas, yang justru membuat hubungan menjadi kurang harmonis.

Selain itu, menggunjing atau membicarakan keburukan orang lain menjadi salah satu kesalahan yang sulit dihindari. Meskipun dalam suasana santai, berkomentar negatif tentang orang yang tidak hadir tetap saja mengurangi keharmonisan dalam berinteraksi.

Tak kalah penting, perilaku mencari-cari kekurangan orang lain, baik melalui tahassus (menguping) atau tajassus (mencari aib), sering kali muncul saat berkumpul atau anjangsana. Padahal, hal ini hanya akan menambah dosa dan mengganggu kedamaian hati.

Dalam momen lebaran yang penuh rahmat ini, penting untuk menjaga sikap dan hati agar tetap bersih. Hindari kesalahan-kesalahan tersebut agar anjangsana menjadi lebih berkah dan membawa kedamaian bagi semua pihak. (*)

KEYWORD :

Idul Fitri Anjangsana Lebaran Silaturahim




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :