Kamis, 03/04/2025 09:39 WIB

April Mop, Hari Guyonan atau Kebodohan Dunia?

Tanggal 1 April, setiap tahunnya, biasanya di berbagai belahan dunia diramaikan dengan satu tradisi unik yang melibatkan tawa, kebohongan, atau guyonan dan prank seru, jahil—April Mop atau April Fool`s Day

Ilustrasi perayaan April Mop atau April Fool`s Day (Foto: Kompasiana)

Jakarta, Jurnas.com - Tanggal 1 April, setiap tahunnya, biasanya di berbagai belahan dunia diramaikan dengan satu tradisi unik yang melibatkan tawa, kebohongan, atau guyonan dan prank seru, jahil—April Mop atau April Fool`s Day. Lebih dari sekadar perayaan, hari ini telah menjadi fenomena global yang melibatkan hampir seluruh penjuru dunia.

Di saat yang sama, kebohongan kecil dan lelucon tak terduga menjadi ajang unjuk kreatifitas, sembari membiarkan orang-orang sesaat merasa bodoh tanpa beban. Namun, apa sebenarnya April Mop ini, dan mengapa setiap tahun, selalu dirayakan? Berikut adalah ulasannya yang dikutip dari berbagai sumber.

Apa Itu April Mop?

April Mop!” menjadi kalimat yang kerap terdengar pada tanggal 1 April. Pada hari ini, orang-orang bebas melakukan prank atau kebohongan ringan tanpa merasa bersalah. Setelah itu, pelaku lelucon akan berkata, "April Mop!" sebagai tanda bahwa semua itu hanyalah sebuah guyonan. Memang, inilah inti dari perayaan April Mop—menyerukan kebohongan yang diterima tanpa amarah, hanya tawa yang mengiringinya.

Namun, jangan salah, walau terkesan ringan, fenomena ini punya sejarah panjang yang tak selalu mudah untuk dilacak. April Mop merayakan Hari Semua Orang Bodoh, di mana semua orang bisa “dibodohi” tanpa rasa bersalah. Lalu, bagaimana asal-usulnya?

Asal Usul April Mop: Antara Sejarah dan Mitos

Perayaan yang sudah ada sejak berabad-abad silam ini memiliki berbagai versi asal-usul yang menarik. Salah satu teori yang paling populer adalah peralihan kalender yang terjadi di Prancis pada 1582.

Saat itu, pergeseran dari Kalender Julian ke Kalender Gregorian mengubah tanggal perayaan tahun baru, yang sebelumnya jatuh pada sekitar 1 April, menjadi 1 Januari. Orang-orang yang terlambat mengetahui perubahan ini masih merayakan tahun baru pada akhir Maret hingga 1 April dan menjadi sasaran ejekan. Untuk menggoda mereka yang "terlambat" tersebut, orang-orang menempelkan ikan kertas di punggung mereka, sebuah tradisi yang dikenal dengan nama "poisson d`avril" (ikan April).

Selain itu, ada pula teori yang mengaitkan April Mop dengan festival kuno seperti Hilaria di Roma Kuno atau Holi di India, yang dikenal dengan perayaan lelucon dan penyamaran. Beberapa sejarawan bahkan percaya bahwa April Mop berakar dari ajang “badut” yang pernah terjadi pada masa Kekaisaran Romawi, di mana seorang badut diangkat menjadi raja sehari untuk menggantikan Kaisar. Di luar Eropa, Iran dan Skotlandia juga memiliki tradisi mereka sendiri untuk merayakan kegembiraan yang serupa.

Perayaan April Mop di Berbagai Negara

Prancis mungkin terkenal dengan tradisi menempelkan "poisson d`avril", namun tiap negara punya cara unik untuk merayakan hari ini. Di Skotlandia, misalnya, April Mop dikenal dengan nama Gowkie Day—hari di mana orang-orang membuat lelucon dengan meminta orang lain melakukan tugas palsu. Tak berhenti di situ, Tailie Day yang jatuh sehari setelahnya, menjadi ajang orang-orang untuk menempelkan tulisan “tendang saya” di pantat orang lain sebagai prank tambahan. Unik, bukan?

Berbeda lagi dengan Iran yang merayakan April Mop dengan cara berkumpul, makan, dan berbagi lelucon. Pada akhirnya, perayaan ini ditutup dengan simbol pembuangan sayur hijau yang disebut sabzeh, yang dipercaya bisa menghilangkan kesialan dalam setahun ke depan.

Di Spanyol, meski perayaan April Mop bukan terjadi pada 1 April, mereka memiliki tradisi yang serupa dengan merayakan Innocent`s Day pada 28 Desember. Pada hari ini, masyarakat boleh mengejek satu sama lain tanpa amarah, menjadikan lelucon dan kebodohan sebagai sarana bersenang-senang.

Itulah beberapa informasi mengenai April Mop. Semoga dapat menambah pengetahuan Anda. Pada dasarnya, April Mop menjadi ajang untuk melepaskan ketegangan, berbagi tawa, dan melihat dunia dari sudut pandang yang lebih ringan. Mengapa harus serius, jika bisa tertawa?

Namun, seperti halnya semua tradisi, penting untuk menjaga batasan agar prank yang dilakukan tetap dalam ranah yang sehat dan menyenangkan bagi semua pihak. April Mop seharusnya tidak menjadi ajang untuk menyakiti atau mempermalukan seseorang, melainkan momen berbagi tawa dan menciptakan kenangan lucu yang bisa dikenang sepanjang tahun. (*)

KEYWORD :

April Mop 1 April Guyonan Lelucon Prank




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :