
Ilustrasi sedang menikah (Foto: Pexels/Reynaldo Yodla)
Jakarta, Jurnas.com - Bulan Syawal, bulan kesepuluh dalam kalender Islam, selalu dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Setelah sebulan penuh berpuasa, umat Islam merayakan hari Idul Fitri. Namun, lebih dari sekadar momen perayaan, Syawal menyimpan makna dan keberkahan yang luar biasa, termasuk dalam konteks pernikahan.
Bulan yang dikenal dengan bulan kemenangan ini juga menjadi waktu yang dianjurkan untuk menikah. Hal ini bukan hanya soal tradisi, tetapi juga berlandaskan ajaran Nabi Muhammad SAW yang menanggalkan mitos-mitos mengenai bulan Syawal yang ada pada masa jahiliyah.
Pada masa jahiliyah, bulan Syawal dianggap sebagai bulan yang tidak baik untuk melangsungkan pernikahan. Mitos ini muncul karena adanya wabah yang melanda daerah Mekkah pada waktu itu, sehingga sebagian masyarakat percaya bahwa bulan Syawal membawa kesialan.
Namun, keyakinan ini dibantah oleh Nabi Muhammad SAW dengan memberikan contoh nyata melalui pernikahannya dengan Sayyidah Aisyah RA pada bulan Syawal. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, beliau menceritakan bahwa Rasulullah SAW menikahinya dan menggaulinya pada bulan Syawal, menunjukkan bahwa bulan tersebut sama sekali tidak membawa kemudaratan.
Dalam bukunya Melejit Bersama Syawal, dikutip dari Republika, dijelaskan bahwa kepercayaan jahiliyah terhadap bulan Syawal sebagai bulan yang membawa sial segera dipatahkan oleh tindakan Nabi Muhammad SAW. Selain menikahi Sayyidah Aisyah, pada bulan yang sama, Nabi Muhammad SAW juga menikahkan putrinya, Sayyidah Fatimah RA, dengan Ali bin Abi Thalib RA pada tanggal 29 Syawal.
Kejadian-kejadian ini menegaskan bahwa bulan Syawal adalah waktu yang baik untuk melangsungkan pernikahan, dan mitos tersebut tidak memiliki dasar yang sahih dalam Islam.
Banyak ulama yang menganjurkan untuk menikah di bulan ini, karena menurut mereka, Syawal adalah waktu yang penuh berkah dan keberuntungan. Ini ditegaskan oleh ulama dari madzhab Syafi’i yang menganggap bahwa menikah pada bulan Syawal adalah sebuah amalan yang disunnahkan.
Di sisi lain, bulan Syawal bukan hanya dikenal sebagai bulan pernikahan, tetapi juga sebagai bulan pembuktian bagi umat Islam atas keberhasilan mereka dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan. Syawal adalah kesempatan bagi setiap Muslim untuk menunjukkan konsistensi dan istiqomah dalam menjalankan ibadah-ibadah yang telah dimulai di bulan Ramadhan, seperti shalat malam, berdzikir, tahajud, puasa sunnah, hingga sedekah. (*)
Wallohu`alam
KEYWORD :Bulan Syawal Menikah Bulan Pernikahan Amalan Syawal