Sabtu, 05/04/2025 06:23 WIB

Peristiwa Sejarah 4 April, dari Keputusan Miangas hingga Pelaksaaan UN

Pada tanggal 4 April, sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Indonesia telah terjadi. Dari keputusan Mahkamah Arbitrase Internasional mengenai status pulau Miangas, hingga pelaksanaan ujian nasional yang menjadi bagian integral dari pendidikan nasional, setiap momen ini turut membentuk perjalanan bangsa

Hari ini 97 tahun yang lalu, tepat pada 4 April 1928, Mahkamah Arbitrase Internasional, dengan hakim Max Huber, memutuskan bahwa Pulau Miangas, yang terletak di perbatasan Indonesia dan Filipina, merupakan bagian dari wilayah Hindia Belanda (Foto: Bualbual)

Jakarta, Jurnas.com - Hari ini, Indonesia mengenang beberapa peristiwa sejarah penting yang terjadi pada tanggal 4 April. Dari keputusan Mahkamah Arbitrase Internasional mengenai status pulau Miangas, hingga pelaksanaan ujian nasional (UN) yang menjadi bagian integral dari pendidikan nasional, setiap momen ini turut membentuk perjalanan bangsa. Berikut ini adalah ulasannya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Keputusan Mahkamah Arbitrase Internasional tentang Pulau Miangas (1928)

Hari ini 97 tahun yang lalu, tepat pada 4 April 1928, Mahkamah Arbitrase Internasional, dengan hakim Max Huber, memutuskan bahwa Pulau Miangas, yang terletak di perbatasan Indonesia dan Filipina, merupakan bagian dari wilayah Hindia Belanda. Pulau ini, yang sebelumnya dipersengketakan oleh Kerajaan Belanda dan Amerika Serikat (yang saat itu menjajah Filipina), kini menjadi bagian dari Indonesia setelah negara ini merdeka.

Keputusan ini mengukuhkan status pulau Miangas sebagai milik Hindia Belanda, dan meskipun setelah Indonesia merdeka, Filipina mengakui keputusan tersebut melalui Border Crossing Agreement pada 1956, perbatasan ini tetap menjadi perhatian besar. Miangas kini tidak hanya menjadi titik geografi penting, tetapi juga simbol keteguhan dalam mempertahankan wilayah negara.

Pembentukan Kabinet Wilopo (1952)

Pada 4 April 1952, Indonesia menyaksikan pelantikan Kabinet Wilopo, sebuah pemerintahan yang diisi oleh tokoh-tokoh ahli dalam bidangnya, tanpa keterikatan langsung pada partai politik. Kabinet ini, yang dibentuk oleh Presiden Soekarno, berusaha untuk menyelesaikan tantangan besar pasca-perang dan perpecahan politik yang melanda Indonesia pasca kemerdekaan.

Di bawah kepemimpinan Wilopo, yang menjabat sebagai Perdana Menteri, pemerintah berfokus pada stabilitas politik dan ekonomi. Salah satu pencapaian signifikan adalah persiapan menuju Pemilu pertama yang diharapkan dapat membawa kestabilan lebih lanjut. Meskipun akhirnya Kabinet Wilopo harus bubar pada 30 Juli 1953, ia menjadi salah satu batu loncatan menuju demokrasi yang lebih matang di Indonesia.

Kecelakaan Kereta Api Malabar (2014)

Pada 4 April 2014, sebuah kecelakaan tragis terjadi pada Kereta Api Malabar, yang melayani rute Bandung-Malang. Di Kampung Terung, Desa Mekarsari, Tasikmalaya, hujan lebat menyebabkan tanah longsor yang menimpa jalur kereta. Lokomotif dan beberapa gerbong terjatuh ke jurang, mengakibatkan tiga korban tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Peristiwa ini menjadi titik perhatian akan pentingnya infrastruktur dan kesiapan menghadapi bencana alam yang terjadi di daerah rawan.

Meskipun kejadian ini menyisakan duka, namun juga mendorong perbaikan dalam sistem keselamatan transportasi dan ketangguhan infrastruktur Indonesia. Kejadian ini memberi pelajaran penting tentang risiko bencana alam yang bisa datang tanpa peringatan, serta pentingnya mitigasi risiko dalam pembangunan transportasi.

Pelaksanaan Ujian Nasional (2016)

Pada 4 April 2016, Indonesia memulai pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk jenjang SMA/SMK/MA. Ujian ini bukan hanya menjadi penentu kelulusan bagi siswa, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk memetakan kualitas pendidikan di seluruh negeri. Ujian Nasional tahun 2016 juga menandai pelaksanaan UN berbasis komputer (UNBK), sebuah langkah signifikan menuju digitalisasi pendidikan Indonesia.

Pentingnya Ujian Nasional dalam sistem pendidikan Indonesia adalah untuk memastikan standar pendidikan yang adil di seluruh pelosok tanah air. Hasil UN tidak hanya digunakan untuk kelulusan, tetapi juga untuk evaluasi dan peningkatan mutu pendidikan di masa depan.

Lahirnya Hari Persandian Nasional

Hari ini, tepat 79 tahun yang lalu, Indonesia merayakan Hari Persandian Nasional, yang dimulai pada 4 April 1946. Hari ini diperingati sebagai simbol pentingnya sistem pengamanan informasi yang ada di Indonesia, sebuah langkah awal dalam menjaga keamanan negara melalui komunikasi yang aman.

Pada 4 April 1946, Menteri Pertahanan Indonesia saat itu, Amir Syarifoeddin, menyadari betapa pentingnya pengamanan komunikasi dalam lingkungan Kementerian Pertahanan dan Angkatan Perang. Hal ini mendorong lahirnya lembaga yang dikenal dengan nama Dinas Kode, yang bertugas untuk mengamankan komunikasi dan informasi vital negara. Seiring berjalannya waktu, Dinas Kode berkembang menjadi lembaga yang lebih besar, yang kini dikenal sebagai Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Peringatan Hari Persandian Nasional tidak hanya sekadar mengenang sejarah, tetapi juga mengingatkan kita akan betapa krusialnya peran sistem sandi dalam menjaga kerahasiaan informasi, terlebih lagi di era digital yang serba terhubung saat ini. Dalam dunia yang semakin terhubung, perlindungan data dan informasi menjadi lebih penting dari sebelumnya untuk menghindari ancaman siber yang semakin kompleks.

Pada tanggal yang sama, Indonesia juga mencatatkan kelahiran dua tokoh yang memiliki pengaruh besar di bidang militer dan musik, yakni Woranto dan Arman Maulana. Wiranto (1947), mantan Panglima TNI yang turut memainkan peran penting dalam transisi dari Orde Baru ke Orde Reformasi, serta mendirikan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Kiprahnya di dunia politik dan militer membuatnya menjadi sosok yang dikenang dalam perjalanan Indonesia pasca-Orde Baru.

Armand Maulana (1971), vokalis legendaris dari band Gigi, yang telah mewarnai industri musik Indonesia dengan karya-karya yang tidak hanya populer, tetapi juga penuh makna. Armand yang juga dikenal sebagai penulis lagu dan presenter, merupakan contoh bagaimana seni dan musik dapat menginspirasi berbagai kalangan di Indonesia.

Itulah beberapa peristiwa sejarah yang terjadi pada 4 April di Indonesia. Semoga bermanfaat, dapat menambah wawasan Anda. (*)

KEYWORD :

Peristiwa 4 April Sejarah Indonesia Pulau Miangas Pelaksanaan UN




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :