
Warga Palestina mengungsi setelah meninggalkan daerah sekitar kota selatan Rafah, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, 31 Maret 2025. REUTERS
Jakarta, Jurnas.com - Diperkirakan sebanyak 280.000 warga Gaza kembali mengungsi sejak meningkatnya konflik dua pekan lalu, dengan beberapa dari mereka terpaksa pindah ke tempat penampungan yang penuh sesak serta dipenuhi kutu dan tungau, menurut badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis, 3 April 2025.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mengatakan bahwa Israel semakin sering mengeluarkan perintah evakuasi, yang kembali memaksa orang-orang untuk mengungsi demi mencari keselamatan.
"Semakin banyak warga yang pindah ke tempat penampungan yang tersisa, yang sudah penuh sesak. Gigitan kutu dan tungau dilaporkan menyebabkan ruam kulit serta masalah kesehatan lainnya." kata OCHA
Menurut OCHA, blokade bantuan membuat masalah tersebut sulit untuk diatasi karena kurangnya material yang tersedia di Gaza untuk meningkatkan kondisi kebersihan
OCHA mengungkapkan bahwa PBB dan mitra-mitra kemanusiaannya terus menanggapi kebutuhan besar para warga di Gaza selama kondisinya memungkinkan. Blokade selama sebulan terhadap masuknya semua bantuan kemanusiaan serta barang-barang esensial telah membuat masyarakat tidak dapat memperoleh kebutuhan pokok. Bantuan pangan di Gaza semakin menipis.
Namun, OCHA menyebutkan bahwa mitra-mitra keamanan pangan sejauh ini mampu menyalurkan lebih dari 900.000 makanan hangat setiap hari.
OCHA mendesak agar perlintasan perbatasan segera dibuka kembali sehingga kargo dan bantuan kemanusiaan dapat memasuki Gaza.
Gaza Israel PBB Konflik