Pertemuan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dengan CEO Telegram, Pavel Durov
Jakarta - Pemblokiran aplikasi Telegram oleh Pemerintah Indonesia bikin CEO Telegram, Pavel Durov menyambangi Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara. Dia menyatakan, telegram tidak akan pernah membuka segala data yang berkaitan dengan privasi penggunanya.
Ditegaskannya, walau yang meminta ungkap data oleh Pemerintah Indonesia. "Fondasi dasar Telegram adalah 100 persen komunikasi privat. Makanya kami ada," ujar Durov saat melangsungkan konferensi pers, Selasa (1/8).Indonesia menjadi salah satu negara penting untuk pengembangan telegram, Durov mengatakan, ada 20.000 pengguna yang bergabung ke layanan Telegram setiap harinya, sementara angka pendaftar baru per hari di level global mencapai 600.000."Semua negara dunia tanpa pengecualian akan tetap sesuai dengan kebijakan Telegram. Bahkan Indonesia sebagai negara yang indah," ujar Durov.Baca juga :
Irak Buka Kembali Blokir Aplikasi Telegram
Irak Buka Kembali Blokir Aplikasi Telegram
Telegram Rudiantara Pavel Durov