Ilustasi pejuang Hamas (foto: google)
Jakarta, Jurnas.com - Kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh mengumumkan pada bahwa Hamas menentang dukungan Mesir untuk kesepakatan normalisasi UEA-Israel.
Haniyeh mengkritik kesepakatan UEA-Israel dan menegaskan kembali bahwa itu terjadi karena ketakutan dari Israel, kelemahan para pemimpin Arab, dan mencari dukungan dari kekuatan asing untuk tetap berada di atas rezim mereka.
“Kami menentang dukungan politik Mesir untuk kesepakatan itu,” ujar Haniyeh dilansir Middleeast, Sabtu (22/08).
Mesir Bantah Lakukan Pelanggaran HAM
"Kami tidak mendukung kesepakatan apa pun antara Mesir dan Israel dan kami tidak setuju bahwa ada dukungan untuk kesepakatan normalisasi dengan Israel," tambahnya.
Haniyeh menggambarkan kesepakatan itu mengesampingkan jejak sejarah dan melanggar konsensus Arab dan Islam serta menusuk punggung rakyat Palestina.
Mesir Siap Dukung Penyelenggaraan Pemilu Libya
Pemimpin tertinggi Hamas mendesak UEA untuk menghapus kesepakatan itu dan kembali pada komitmennya pada hak-hak Palestina.
Mesir Kembali Buka Wisata Makam Kuno untuk Turis
Kesepakatan Israel-UEA Kelompok Hamas Pemerintah Mesir