Seorang wanita memegang poster presiden baru terpilih Iran Ebrahim Raisi di alun-alun Imam Hussein di ibukota Teheran. (AFP)
Yerusalem, Jurnas.com - Israel mengutuk presiden Iran yang baru terpilih, Ebrahim Raisi, dengan mengatakan dia adalah presiden paling ekstrem dan berkomitmen untuk segera memajukan program nuklir Teheran.
"Presiden baru Iran, yang dikenal sebagai Jagal Teheran, adalah seorang ekstremis yang bertanggung jawab atas kematian ribuan orang Iran. Dia berkomitmen pada ambisi nuklir rezim dan kampanye teror globalnya," kata Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid di Twitter pada Sabtu (19/6).
Sebuah pernyataan terpisah dari Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan pemilihan Raisi harus menimbulkan keprihatinan serius di antara komunitas internasional.
Pemerintah baru Israel, yang dilantik pada Minggu, mengatakan akan keberatan dengan kebangkitan kembali kesepakatan nuklir 2015 antara kekuatan dunia dan musuh bebuyutannya, Iran.
Israel melihat Iran yang bersenjata nuklir sebagai ancaman eksistensial. Teheran membantah mencari senjata nuklir.
Mengikuti garis kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintahan mantan perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan: "Lebih dari sebelumnya, program nuklir Iran harus segera dihentikan, dibatalkan seluruhnya dan dihentikan tanpa batas."
"Program rudal balistik Iran harus dibongkar dan kampanye teror globalnya dilawan dengan keras oleh koalisi internasional yang luas," sambungnya.
Pengadilan Militer Israel Perpanjang Tahanan Rumah bagi Tentara yang Dituduh Melecehkan Tahanan Palestina
Raisi, seorang hakim garis keras yang berada di bawah sanksi Amerika Serikat (AS) atas pelanggaran hak asasi manusia, memperoleh kemenangan seperti yang diharapkan pada hari Sabtu dalam pemilihan presiden Iran setelah kontes yang ditandai oleh apatis pemilih atas kesulitan ekonomi dan pembatasan politik. (Arab News)
KEYWORD :Ebrahim Raisi Israel Iran Senjata Nuklir