News

Dukung Swasembada Pangan, Sekolah Lapangan PM‑AAS Diluncurkan

Sekolah Lapangan PM-AAS menjadi sarana peningkatan kapasitas petani melalui pembelajaran teori dan praktik langsung.
Peluncuran Sekolah Lapangan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026). Foto: dok. jurnas

SUKABUMI, Jurnas.com – Pemerintah terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian dengan meluncurkan Sekolah Lapangan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) dalam Program Swasembada Pangan Berkelanjutan di lahan Kelompok Tani Subur Rejeki, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ditandai dengan penanaman padi menggunakan metode sebar benih serta penandatanganan Komitmen Mendukung PM-AAS Kabupaten Sukabumi oleh Wakil Bupati Sukabumi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, perwakilan Pusat PVTPP Kementerian Pertanian, dan perwakilan Kepala BPP Kabupaten Sukabumi.

Sekolah Lapang PM-AAS menjadi sarana peningkatan kapasitas petani melalui pembelajaran teori dan praktik langsung, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga evaluasi hasil penerapan teknologi.

Kegiatan ini sekaligus melanjutkan optimalisasi PM-AAS yang sebelumnya telah dilaksanakan di dua kecamatan yaitu Palabuhanratu dan Waluran. Pada 15 Oktober 2026, demplot seluas 2.800 m² di lokasi tersebut telah melaksanakan panen perdana dengan hasil ubinan tertinggi setara 11,2 ton per hektare.

Capaian tersebut menjadi indikasi awal potensi penerapan PM-AAS yang perlu terus dievaluasi, terutama terkait pengelolaan benih, teknik tanam, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), serta kesesuaian teknologi dengan kondisi agroekosistem setempat.

Oleh karena itu, Sekolah Lapang diharapkan menjadi wadah pembelajaran dan pendampingan berkelanjutan hingga masa panen, bukan sekadar kegiatan launching dan gerakan tanam.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, SE, menyampaikan bahwa PM-AAS sejalan dengan upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga mendorong penguatan sektor pertanian melalui strategi Sangkuriang (Swasembada Pangan Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan), pengembangan kawasan pertanian, membangun agroindustri serta perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah alih fungsi lahan. Pada 2025, sekitar 350 hektare lahan sawah di Kabupaten Sukabumi telah beralih menjadi penggunaan nonpertanian. Kondisi ini menuntut peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi serta pengelolaan usaha tani yang lebih efektif. Wakil Bupati juga menekankan pentingnya pendampingan terencana oleh Dinas Pertanian dan penyuluh sejak persiapan lahan hingga pascapanen, serta partisipasi aktif kelompok tani dalam menerapkan dan mengevaluasi teknologi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin menyampaikan bahwa target penerapan PM-AAS yang semula 5.981 hektare telah disesuaikan menjadi 10.583 hektare, atau meningkat 4.602 hektare. Hingga 29 Oktober 2026, realisasi penerapan sejak Juni mencapai 234,94 hektare. Capaian ini masih memerlukan percepatan dan dukungan seluruh pihak agar pelaksanaan program dapat mendekati target yang ditetapkan.

Sekolah Lapang PM-AAS direncanakan menjangkau 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, secara bertahap maupun serentak sesuai kesiapan wilayah. Kecamatan Cisaat menjadi salah satu lokasi potensial karena memiliki Lahan Sawah Baku (LBS) seluas 703,85 hektare yang seluruhnya merupakan lahan beririgasi teknis.

Nani Suwarni, yang mewakili Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam (LTT) Kabupaten Sukabumi dari Pusat PVTPP Kementerian Pertanian, menyampaikan bahwa realisasi target LTT Kabupaten Sukabumi tahun 2026 baru mencapai 58 persen. Dengan waktu tersisa sekitar dua bulan hingga akhir tahun, diperlukan percepatan dan sinergi seluruh pihak agar target tersebut dapat tercapai.

Ia berharap penerapan PM-AAS dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan realisasi luas tambah tanam sekaligus produksi padi di Kabupaten Sukabumi. Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani perlu terus diperkuat agar penerapan teknologi pertanian modern berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas.

Melalui Sekolah Lapang dan penandatanganan Komitmen Mendukung PM-AAS Kabupaten Sukabumi, diharapkan terbangun koordinasi dan kolaborasi berkelanjutan dalam mempercepat transformasi pertanian modern guna mendukung swasembada pangan nasional.