Ilustrasi - Es Kopyor (Foto: HappyFresh)
Jakarta, Jurnas.com - Tradisi berbuka puasa di Indonesia hampir selalu identik dengan minuman dingin. Segelas es teh manis, sirup, atau es buah sering menjadi pilihan pertama setelah azan magrib berkumandang.
Sensasi segar setelah seharian menahan lapar dan dahaga memang terasa menenangkan, namun pertanyaannya: apakah langsung minum es saat berbuka benar-benar baik bagi kesehatan?
Secara fisiologis, tubuh yang berpuasa selama belasan jam berada dalam kondisi adaptasi metabolik. Kadar gula darah menurun, lambung relatif kosong, dan produksi asam lambung tetap berlangsung meskipun tidak ada makanan yang masuk. Karena itu, perubahan suhu dan jenis asupan pertama yang masuk ke sistem pencernaan akan sangat memengaruhi respons tubuh.
Banyak tenaga medis menjelaskan bahwa minuman sangat dingin tidak langsung berbahaya, tetapi dapat menimbulkan reaksi tertentu pada lambung. Suhu rendah memicu kontraksi pembuluh darah di saluran pencernaan sehingga sebagian orang merasakan perut kembung, nyeri ulu hati, atau bahkan mual. Kondisi ini lebih mudah terjadi pada mereka yang memiliki riwayat maag atau gangguan lambung.
Selain faktor suhu, masalah utama sebenarnya bukan pada esnya, melainkan kandungan gula. Minuman dingin saat berbuka biasanya tinggi gula sederhana.
Ketika tubuh yang sedang kekurangan energi tiba-tiba menerima glukosa dalam jumlah besar, pankreas akan melepaskan insulin secara cepat. Akibatnya gula darah melonjak lalu turun kembali dengan cepat, yang sering membuat tubuh terasa lemas, mengantuk, bahkan pusing setelah makan.
Dari sisi hidrasi, air dingin memang tetap membantu mengganti cairan tubuh. Namun tubuh yang dehidrasi berat seharusnya menerima cairan secara bertahap.
Minum terlalu banyak sekaligus, terlebih sangat dingin, bisa menyebabkan “shock” ringan pada lambung sehingga muncul sensasi kram atau begah.
Sejumlah ahli gizi menyarankan memulai berbuka dengan air putih suhu normal atau hangat, lalu makanan ringan seperti kurma. Cara ini membantu menstabilkan gula darah dan memberi waktu bagi sistem pencernaan untuk aktif kembali. Setelah sekitar 10–15 menit, barulah makanan utama atau minuman dingin boleh dikonsumsi.
Bukan berarti minum es harus dihindari sepenuhnya. Bagi orang sehat tanpa gangguan lambung, minuman dingin tetap boleh diminum selama tidak berlebihan dan tidak menjadi asupan pertama saat berbuka. Kuncinya adalah jeda, porsi, dan kadar gula.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Minum Es Tips Kesehatan Buka Puasa Bulan Ramadan






















